Perbedaan Creasing VS Scoring

Apakah kalian tahu? Mendesain brosur dengan indah dengan tinta gelap yang membungkus penutup dengan sampul dan belakang cetakan sampai dilipat itu akan menjadikan brosur terlihat indah. Tapi apakah kalian tahu melipat kertas dengan tinta gelap, kertas akan terlihat retak dan perlu ditangani dalam proses desain.

Keretakan tinta cetak pada kertas biasanya terjadi akibat ketebalan kertas yang mempengaruhi daya retakan saat dilipat. Semakin tebal kertas maka resiko retakannya pu semakin keras, apalagi cetakan dengan menggunakan hasil dari toner digital print karena warna toner tidak menyerap kedalam pori-pori kertas.

Gambar: Mesin Creasing Manual

Finishing dengan cetak varnish yaitu Uv gloss tidak akan mampu menutupi lipatan yang retak. Satu-satunya cara untuk menghilangkan retakan adalah dengan menerapkan film laminasi ke permukaan kertas. Laminasi dapat membantu merapikan permukaan kertas dan dapat mencegah retakan tersebut. Perencanaan desain sebelum cetak adalah cara terbaik untuk mendapatkan hasil yang ideal, hindarilah pembuatan desain dengan adanya cetakan blok warna tebal atau dengan blok warna gelap.

Untuk menghindari keretakan kertas dan tinta cetak saat dilipat, Scoring adalah salah satu cara terbaik untuk menghindari keretakan tersebut.

SCORING

Gambar: Contoh scoring

Score atau skor adalah istilah yang diberikan untuk proses bagian pemotongan melalui jalur untuk memberikan rel lipatan, istilah lainnya untuk proses ini adalah “penekanan kedalam kertas pada 1 permukaan”.

Scoring adalah metode mengurangi kekakuan kertas dengan melakukan tekanan sesuai alur creasing untuk membantu dalam proses melipat kertas. Dengan mesin lipat dan scoring khusus dengan alat seperti pisau (tumpul) akan melakukan tekanan terhadap kertas, ini membantu lipatan kertas semakin lebih mudah untuk dilipat. Metode scoring biasanya memotong sampai setengah dari media tersebut, istilah lainnya selain scoring yaitu “top cutting” dan lebih biasa digunakan pada kertas tebal.

CREASING

Gambar: Contoh lipatan crease

Creasing sangat berbeda dengan scoring. Creasing benar-benar menekan media hingga masuk kedalam, sehingga menciptakan dua tekanan yang dalam sepanjang lipatan yang diinginkan. Metode creasing ini mirip seperti proses emboss dan deboss. Bahan ditekan antara keduanya untuk memaksa membentuk lipatan yang diinginkan.

Kerutan dapat dilakukan untuk kedalaman dan lebar tetapi semua itu memiliki tujuan yang sama yaitu tidak memotong bahan. Rotary creasing juga merupakan metode yang digunakan, bahan dilewatkan melalui dua roda rol, rol atas yang mengandung creasing disc male dan roller bawah berisi disk female.

Pada creasing dan scoring akan mengalami suatu kesalahan atau error jika terdapat 2 faktor ini :

  1. Struktur kertas 

Bervariasi dengan gramasi lapisan yang berbeda, kadar serat, panjang serat, ikatan antara dasar dan lapisan yang diolah. Gramasi berat dan kandungan serat rendah berarti kurang stabil dan cenderung retak. Tidak ada kertas tebal yang kebal terhadap retak, namun karena lembaran dilapisi lebih kompleks daripada yang tidak dilapisi, ini lebih rentan terhadap retakan pada serat-serat kertas.

2. Proses pencetakan

Membuat kertas kurang fleksibel dengan penambahan kombinasi tinta, varnish dan pelapis seperti laminasi yang tak terhitung jumlahnya. Panas yang digunakan untuk mengeringkan lembaran kertas cetak dengan cepat saat keluar dari media akan mempengaruhi kadar kelembaban kertas serta mengurangi fleksibilitas nya.

Scoring dan Creasing digunakan untuk menghilangkan retakan pada lipatan kertas. Telson akan memberikan rekomendasi mesin creasing, mesin yg digunakan untuk memberi garis tekukan atau porporasi pada kertas undangan, brosur, katalog, dan lain lain, sekaligus mesin ini memberi hasil tekukan lebih rapi dan presisi cocok digunakan untuk industri percetakan dgn skala industri atau perusahaan digital printing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *