Sejarah Dan Proses Engraving

Engraving 9

Apa itu Engraving (Ukiran) ? Dan apa pengertian Engraving (Ukiran) itu? Engraving atau ukiran adalah teknik seni grafis yang melibatkan membuat sayatan ke dalam pelat logam yang menahan tinta dan membentuk gambar yang dicetak. Desain Engraving (Ukiran) secara manual diiris menjadi pelat Engraving (Ukiran) menggunakan burin, istilah alat Engraving (Ukiran) seperti pahat yang halus dengan ujung berbentuk permen.

Gambar: Contoh Grafir (Ukiran)

Engraving (Ukiran) merupakan teknik lama dan penting diseni grafis, secara historis Engraving (Ukiran) juga menjadi bagian metode yang penting untuk membuat map, karya seni grafis dan produk komersial seperti buku dan majalah. Tidak hanya itu Engraving (Ukiran) juga dapat digabungkan dengan teknik lain seperti mezzotint (teknik cetak dalam menggunakan plat logam) dan etching (teknik pembuat dimensi atau kedalaman material) banyak ahli cetak menggunakan teknik campuran tersebut. Engraving (Ukiran) memiliki teknik yang lumayan sulit untuk dipelajari tidak seperti etching itulah etching lebih banyak dipakai untuk teknik lainnya dalam seni grafis.

Berikut adalah beberapa dari proses Engraving (Ukiran) yaitu :

  1. Alat alat dan Graver Atau Burin

Sebelum memasuki tahap Engraving (Ukiran), pencetak atau desainer harus menyiapkan beberapa alat seperti graver (alat berbentuk jarum), florentine dan burin. Graver digunakan untuk memotong dan membuat garis pada media cetak dan burin berfungsi untuk membantu hasil garis cetak dari graver agar terlihat rapi.

2. Tool Geometry/Akurasi Dari Alat

Proses kedua ini sangat penting bagi pencetak, yaitu akurasi dari hasil memotong garis ke media. Jika tidak memiliki akurasi yang bagus saat memotong atau mengukir dikarenakan alat graver berkarat atau jelek maka hasil cetakan akan terlihat berantakan dan hasil yang tidak memuaskan

3. Ketajaman Alat

Tidak hanya akurasi dan konsentrasi pada sang pencetak, alat Engraving (Ukiran) juga harus dirawat dengan baik dan diasah terus menerus agar tetap tajam sehingga hasil cetak dapat terlihat bagus.

4. Desain

Desain yang akan dicetak juga disiapkan, walaupun ada beberapa ahli cetak yang sudah dapat mencetak hasil desain sendiri.

5. Memotong Lapisan Media Cetak

Secara tradisional tahapan ini menggunakan kombinasi tekanan dan manipulasi karya kerja, yaitu menggunakan teknik tradisional “hand push” yang sampai sekarang masih dipelajari. Inilah mengapa menggunakan teknik Engraving (Ukiran) sangat susah, namun di era modern sekarang ini teknik Engraving (Ukiran) sudah dibantu dengan mesin terutama pneumatic. Pneumatic ini sistem potong menggunakan tekanan udara yang dibuka tutup dengan pipa udara menggunakan foot control atau sejenis pedal, dari bantuan ini setiap hasil karya Engraving (Ukiran) dapat menghasilkan 15.000 pukulan per menit.

Sejarah Mesin Laser Cutting Engraving

Pada tahun 1965, mesin laser cutting engraving pertama kalinya digunakan untuk mengebor berlian. Mesin laser cutting engraving dibuat oleh pusat teknik western electric pada tahun 1967. Pada awal 1970, mesin laser cutting dijadikan pemotong titanium untuk aplikasi ruang angkasa.

Gambar: Ilustrasi Mesin Grafir

Kegunaan mesin laser cutting engraving adalah untuk hal hal yang bersifat kreatif, seperti souvenir/merchandise yang terbuat dari akrilik, marmer, kaca, kayu, kertas, karet stempel, kulit sintetis, dan lain sebagainya. Jenis-jenis mesin laser cutting engraving diproduksi sesuai ukuran yang umum digunakan dalam produksi kreatif pengolahan suatu bahan/material. Seiring beragam macam bahan/material yang digunakan mesin laser cutting engraving, maka laser/sinar laser plasma bisa diatur sesuai kebutuhan, bisa digunakan untuk menggores/ mengukir/ grafir dengan daya laser yang cukup kecil namun membutuhkan waktu yang lama. Sedangkan untuk memotong dibutuhkan daya laser yang besar tetapi waktu proses pengerjaan yang lebih cepat dibanding proses grafir.

Adapun Kemampuan mesin laser cutting engraving adalah sebagai berikut :

  • Menggores (Marking), Sinar laser merusak bagian permukaan material sehingga meninggalkan tanda berupa goresan.
  • Gravir (Engraving), Sinar laser plasma menggores permukaan material dengan kedalaman yang berbeda sehingga menghasilkan bentuk Ukiran atau Gambar atau Motif yang sesuai dengan Gambar yang kita inginkan.
  • Melubangi (Perforating / Punching / Cutting), Sinar laser plasma melubangi material dengan bentuk sesuai yang kita Inginkan.

Adapun Kelebihan dari mesin laser cutting engraving ini adalah sinar laser plasma yang digunakan sebagai alat ukur/ grafir dan alat potong. Kualitas grafir sangatlah bagus dan detail, serta memiliki nilai seni yang baik dan prosesnya juga yang sangat cepat.

mesin laser cutting engraving sangatlah masih langka digunakan pada perusahaan manufaktur namun banyak peminatnya karena benda yang dihasilkan dari mesin laser cutting engraving ini sangatlah variatif dan mampu menghasilkan Nilai Seni yang Luar Biasa dan Perkembangan yang Tak Terbatas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat