Mesin Laminasi Thermal dan Water Based

Apa itu mesin laminating? Kegunaan mesin laminating pada dasarnya hampir sama untuk setiap jenis mesin laminating yang beredar di pasaran. mesin laminating adalah mesin yang digunakan untuk melapisi suatu produk dengan plastik dan tujuannya adalah agar produk aman, bersih dan tidak mudah rusak.

Laminasi merupakan proses pelapisan kertas dengan bahan plastik yang dilakukan untuk melindungi hasil cetak seperti cuaca panas, hujan, gesekan benda lain dan faktor lainnya yang menyebabkan kertas pudar bahkan rusak. Fungsi utama dari laminasi adalah memberikan daya tahan lebih kepada hasil cetak. Laminasi juga dapat memberikan efek elegan pada hasil cetak, laminasi memiliki dua kategori yang sering digunakan untuk percetakan yaitu laminasi doff dan laminasi glossy. Proses laminasi dilakukan dengan merekatkan plastik pada hasil cetak, plastik yang digunakan dalam prosesnya terbuat dari polypropylene, polyester atau nylon. Terdapat dua jenis laminasi yaitu dengan mesin laminating panas dan mesin laminating dingin.

Mesin laminating Panas (Thermal Laminating)

Mesin laminating panas atau dikenal dengan metode thermal laminating. Proses mesin laminating panas menggunakan plastik yang mengandung lem atau plastik yang belum menggunakan lem. Lem digunakan sebagai perekat plastik hasil cetak, merekatkannya dilakukan pada suhu 90०-120०C. Sedangkan untuk proses laminasi yang tidak mengandung lem dilakukan dengan cairan kimia sebagai perekat.

mesin laminating panas yang tidak mengandung lem lebih banyak digunakan untuk percetakan offset karena biayanya yang ekonomis. Untuk percetakan digital printing, karena mencetak dalam jumlah sedikit maka lebih ekonomis menggunakan laminasi yang menggunakan lem. Harga mesin pun lebih murah Telson.id.

Gambar: Hasil Cetak Laminasi Panas

Teknik mesin laminating panas banyak digunakan hasil cetak yang menggunakan media kertas seperti katalog, brosur, kartu nama, company profile, tent card dan sejenisnya.

Mesin laminating Dingin (Water Based Laminating)

“Metode Wet”  adalah mesin laminating yang digunakan tanpa adanya pemanas. Metode ini digunakan untuk mesin laminating dingin atau stiker transparan. mesin laminating dingin atau oil based banyak digunakan untuk bisnis percetakan digital printing yang menggunakan mesin berjenis plotter. Plotter adalah Printer grafis yang menggambar dengan menggunakan pena-pena tinta, plotter juga merupakan perangkat output pertama yang mampu mencetak gambar berukuran besar.

Gambar: Hasil Cetak Laminasi Dingin

Hasil cetak biasanya menggunakan teknik mesin laminating dingin adalah X banner, Roll Up banner, Stiker, Poster Foamboard, Tripod banner atau cetakan yang berukuran bedar lainnya.

mesin laminating dingin biasa disebut thermal juga tersedia untuk ukuran kecil untuk melaminasi dokumen dokumen perusahaan, perkantoran dan instansi pemerintah yang simple dan tidak membutuhkan laminasi yang banyak.

Perbedaan mesin laminating panas dan mesin laminating dingin yaitu mesin laminating panas (thermal laminating) tidak menggunakan lem untuk menempelkan plastik, sedangkan laminating dingin (water based laminating) masih memakai lem untuk melapisi plastik.

Untuk fungsi keduanya sama-sama untuk melapisi produk dengan plastik namun ada beberapa komponen hingga prosesnya agak sedikit berbeda. Berikut ini adalah penjelasan perbedaan mesin laminating panas dan mesin laminating dingin;

  • Harga Material Yang Digunakan

Ini menjadi salah satu perbedaan yang paling menonjol, bahan mesin laminating panas mempunyai harga material yang standar namun mempunyai tingkat produksi yang banyak tidak seperti mesin laminating dingin yaitu water based mempunyai harga material yang cukup mahal namun juga mempunyai tingkat produksi yang banyak.

  • Pemeliharaan

Ini juga menjadi salah satu alasan yang dapat dilihat ketika kedua mode laminasi sering dipakai. mesin laminating panas ketika sesudah dipakai roll tersebut harus dibersihkan agar pada saat dipakai tidak membuat hasil jelek, untuk mesin laminating dingin tidak perlu ada pemeliharaan khusus, namun jika mesin laminating dingin tidak sering dipakai maka liquid akan tidak berkualitas dan perlu diganti. 

  • Pengoperasian

Terkait dengan hal pengoperasian tidak jauh berbeda namun mesin laminating panas membutuhkan waktu untuk memanas di roll agar perekat roll dapat menempelkan bahan ke media tergantung dari suhu yang diberikan sang operator. Tidak seperti mesin laminating dingin yang menggunakan tekanan dibanding panas.

  • Media Cetak

Dalam hal percetakan tentu saja bahan media yang ingin digunakan beraneka ragam dan ini membuat dimana thermal dan water based ditentukan. Walaupun thermal dapat digunakan pada seluruh bagian media namun yang membuat thermal dan water based berbeda yaitu thermal lebih fokus untuk percetakan dan water based dapat digunakan pada iklan dan percetakan seperti mencetak vinyl sticker dan photo paper yang thermal tidak dapat mencetaknya.

Kesimpulan dari perbedaan di atas yaitu mesin laminating thermal (Panas) lebih efisien secara waktu dan teknologi sedangkan mesin laminating water based (Dingin) lebih hemat cost produksi. Semoga artikel ini dapat menambah informasi kalian tentang Laminasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *