Proses Kinerja Dari 3D Printing

3D printing 7

Tahu gak kalian kebutuhan mencetak bukan lagi sekedar diatas kertas. Kemajuan teknologi dapat mewujudkan imajinasi kalian ke dalam bentuk yang lebih nyata dan dirasakan melalui sentuhan. Kehadiran printer 3D menjawab kebutuhan akan mencetak sebuah desain digital menjadi sebuah produk nyata. 3D Printing adalah proses pembuatan benda padat 3 dimensi dari file digital. Penciptaan objek 3 Dimensi (3D) dicapai dengan menggunakan proses additive (bahan tambahan) . Dalam proses mencetak suatu objek dibuat dengan cara meletakkan bahan/material lapis demi lapis sampai objek tersebut tercipta. Tiap-tiap lapisan terlihat sebagai penampang horizontal yang sangat tipis dari objek tersebut. Pada dasarnya memang tidak jauh berbeda dari alat printing biasa, hanya saja output yang dihasilkan berupa 3D.

Gambar: Contoh 3D printing

3 dimensi atau biasa disingkat 3D atau disebut ruang, adalah bentuk dari benda yang memiliki panjang, lebar, dan tinggi. Istilah ini biasanya digunakan dalam bidang seni, animasi, komputer dan matematika. Setiap bangun tiga dimensi memiliki kapasitas, disebut juga dengan volume.

Prinsip utama untuk pencetakan printer 3D yaitu membutuhkan data yang berbentuk 3 dimensi juga atau yang disebut dengan ‘data digital tiga dimensi’. Dalam dunia keteknikan biasa disebut dengan CAD ( Computer Aided Design ). CAD merupakan aplikasi yang mampu menampilkan data dalam 3 dimensi.

Proses kerja 3D Printing

3D printing dari namanya adalah mencetak sesuatu/barang dengan bentuk 3 Dimensi (3D) atau terlihat nyata. Cara kerja printer 3D yaitu dengan memasukkan data hasil desain/cetakan dari software khusus 3D print yaitu CAD, desain yang sudah dibuat dimasukkan ke bagian printer 3D . Setelah itu printer 3D  akan membaca desain itu dan akan mencairkan bahan plastik yang sudah terhubung ke dalam tabung dan akan membuat lapisan di piringan logam, dimana bahan plastik itu akan mengeras setelah terkena udara. Proses ini disebut FDM(Fused Depositional Modelling) dimana struktur 3 Dimensi (3D) terbuat dengan mencetak area yang sama, berlapis-lapis menggunakan plastik cair diarea yang sama secara berulang-ulang.

Gambar: Proses 3D

Kegunaan 3D printing tidak hanya untuk memproduksi barang 3 Dimensi (3D) seperti action figure dan mainan tapi juga dapat dipakai di kehidupan sehari hari,seperti :

  1. penyembuhan/medis

3D printing dapat membuat organ manusia secara artifisial dan sudah dibuktikan bahwa organ buatan yang terbuat dr 3D printing dapat digunakan untuk menggantikan organ manusia yang rusak seperti jantung, paru-paru dan pembulu darah.

  1. Visualisasi

3D printing juga membantu manusia untuk mevisualisasikan apa yang ingin dibuat, dengan membuat struktur atau blueprint dan prototype atau prototipe yaitu model kerja dasar dari pengembangan sebuah program (software) atau perangkat lunak, kedua cara tersebut membantu manusia menyempurnakan barang yang ingin di ciptakan tanpa ada kegagalan.

  1. AeroSpace/Penerbangan Angkasa

Hasil dari 3D printing juga tidak hanya sebagai refrensi, alat atau suatu barang hiasan, tetpai juga untuk penerbangan luar angkasa khusus nasa, karena proses membuat pesawat juga membutuhkan wantu dan pembayaran yang mahal, maka digunakanlah 3D printing untuk membuat model pesawat dan juga pesawat terbang dengan waktu dan pembayaran yang lebih efisien. Tidak hanya itu 3D printing juga dapat membuat bagian lorong udara untuk jalur penerbangan pesawat angkasa.

Teknologi cetak 3D ini pertama kali ditemukan oleh Chuck Hull dari System corp. Sejak itulah printer 3D berkembang dan digunakan secara luas dalam bidang arsitektur, otomotif, militer, medis fashion bahkan biotech. Berikut adalah 6 teknik dalam membuat 3D printing;

  1. Selective Laser Sintering (SLS)
Gambar: Teknik SLS

Selective Laser Sintering (SLS) adalah teknik menggunakan laser sebagai sumber daya untuk membentuk objek 3D yang solid. Sistem 3D Inc mengembangkan stereolithography (SLA) atau mengeraskan sebuah objek secara selektif resin polimer lapis demi lapis menggunakan sinar laser ultraviolet (UV). Stereolithography (SLA) yang dalam beberapa hal sangat mirip dengan Selective Laser Sintering (SLS), perbedaan utamanya adalah Selective Laser Sintering (SLS) memakai bahan bubuk didalam tong bukan resin cair seperti stereolithography (SLA). Bahan yang dicetak biasanya terbuat dari nilon ,keramik dan kaca, untuk beberapa logam seperti aluminium, baja atau perak. Karena dapat menggunakan berbagai bahan dengan jenis printer 3D ini, teknologi SLS sangat populer untuk produk 3D printing yang disesuaikan.

  1. Stereolithography (SLA)
Gambar: Teknik SLA

Stereolithography atau SLA adalah teknik pertama untuk 3D Printing. Caranya adalah menambahkan layer terus – menerus pada bahan photopolymer menuju ke atas. Material yang digunakan pada awalnya adalah liquid (cairan) dan akan mengeras ketika liquid tersebut terkena sinar ultraviolet.

  1. Digital Light Processing (DLP)

Gambar: Teknik DLP

Digital Light Processing adalah proses 3D Printing lain yang sangat mirip dengan stereolithography (SLA). Bahan yang digunakan untuk pencetakan adalah resin plastik cair yang ditempatkan dalam wadah resin transparan. Resin mengeras dengan cepat ketika dipengaruhi oleh jumlah cahaya yang besar. Lapisan material yang dikeraskan dapat dibuat dengan printer tersebut dalam beberapa detik. Hasil pencetakan akan jauh lebih kuat dan memiliki resolusi yang sangat baik.

Keuntungan DLP  dengan SLA adalah jauh lebih sedikit bahan yang digunakan untuk produksi, sehingga menghasilkan biaya lebih rendah.

  1. Electronic Beam Melting (EBM)

Gambar: Teknik EBM

Electronic Beam Melting (EBM) adalah jenis lain dari manufaktur aditif untuk bagian-bagian logam. Bahan yang digunakan dalam EBM adalah serbuk logam yang meleleh dan membentuk lapisan bagian 3D. Bertentangan dengan SLS, EBM digunakan untuk mencairkan serbuk logam sepenuhnya. Proses ini biasanya dilakukan di bawah suhu tinggi hingga 1000 ° C. Proses EBM agak lambat dan mahal, selain itu keterbatasan bahan juga menjadi kekurangan metode ini, sehingga EBM tidak begitu populer meskipun masih digunakan dalam beberapa proses manufaktur.

  1. Selective Laser Melting (SLM)

Gambar: Teknik SLM

Selective laser melting (SLM) adalah teknik yang juga menggunakan data CAD 3D sebagai sumber dan membentuk objek 3D dengan menggunakan sinar laser daya tinggi yang melebur. Logam yang dapat digunakan untuk SLM termasuk stainless steel, titanium, krom kobalt dan aluminium. Metode pengukuran ini secara luas diterapkan pada bagian-bagian geometri dan struktur kompleks dengan permukaan dan saluran.

  1. Fused Deposition Modelling (FDM)
Gambar:  Teknik FDM

Fused Deposition Modelling (FDM) digunakan untuk pengembangan produk baru, konsep model dan prototipe. Bahkan dalam pengembangan manufaktur, teknologi ini dianggap mudah digunakan dan ramah lingkungan. Dengan menggunakan metode pencetakan ini, memungkinkan untuk membangun objek dengan geometri dan rongga yang kompleks.

Baiklah, itu dia proses kerja yang biasa digunakan dalam 3D printing, berbagai tekniknya memang cukup kompleks. Semoga artikel ini dapat membantu kalian mengoperasikannya dan memperoleh hasil yang baik dan berkualitas. Untuk mendapatkan mesin terbaiknya kunjungi gerai Telson.id.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat