Bahan Plastik Yang Digunakan Pada 3D Print

Plastik 3D 2

Apakah kalian tahu pencetakan 3D (3 Dimensi) dikembangkan kembali pada awal tahun 80-an namun kini telah banyak perkembangan sejak 10 tahun terakhir. Pencetakan 3D sekarang telah menjadi salah satu bidang pertumbuhan terbesar pada industri teknologi dan merevolusi menufaktur yang mencakup setiap industri. Sekarang bisnis pencetakan 3D (3 Dimensi) adalag industri multi-miliar dolar dan kemungkinan akan terus tumbuh dan berkembang pada tingkat yang eksponensial.

Pencetakan 3D (3 Dimensi) atau 3D printing adalah proses yang cukup sederhana secara konseptual, printer yang bekerja dengan mencetak material berlapis-lapis diatas satu sama lain, dengan setiap pengaturan lapisan sebelum lintasan berikutnya dari printer. Printer 3D digunakan untuk mencetak semua jenis bahan dari bahan murah dan normal untuk hal-hal yang dibutuhkan.

Gambar: Proses 3D

Untuk konsumen, plastik yang dihgunakan secara eksklusif karena bahannya murah untuk dibeli, namun yang lebih penting teknologi atau mesin yang digunakan untuk mencetak plastik relatif sederhana dengan biaya rendah Telson.id.

Mesin Printer 3D menggunakan plastik cenderung menggunakan Fused Filament Fabrication (FFF). Pada dasarnya adalah proses dimana tali plastik dipanaskan agar menjadi lentur kemudian dimasukkan melalui mesin layering plastik. Material untuk pencetakan 3D terdapat 3 macam tipe plastik yang digunakan dan masing masing memiliki keunikannya, berikut adalah bahan plastik yang digunakan mesin printer 3D;

  • Polylactic Acid (PLA) :

PLA (Polylactic Acid) – PLA adalah bahan plastik yang paling mudah digunakan atau paling mendominasi digunakan diseluruh dunia terutama untuk pencetakan 3D pemula. Thermoplastic polyester sangat ramah lingkungan saat digunakan, karena merupakan termoplastik biodegradable yang terbuat dari sumber organik yang diperbaharui seperti pati jagung atau tebu. Bahan plastik ini biasanya digunakan untuk membungkus makanan atau proses daur ulang alat medis, sebab muda dikomposkan dengan aman menurunkan bio dibandingkan plastik tradisional yang ada dalam poly bags. Plastik ini juga tersedia banyak pilihan variasi warna dan dapat digunakan sebagai getah dan kawat pada mesin printer 3D.

  • Acrylonitrile Butadiene Styrene(ABS) :

ABS (Acrylonitrile butadiene styrene) – ABS dianggap sebagai bahan plastik paling mudah kedua untuk digunakan memulai pencetakan 3D. Plastik yang terbuat dari polymer antara styrene dan acrylonitrile dengan polybutadiene ini juga digemari dan juga banyak yang dipakai di 3D print. Selain itu plastik ini mudah digunakan karena memiliki wujud kawat dan juga memiliki ketahanan anti panas, biasanya ABS digunakan untuk hal-hal seperti bemper mobil dan lego mainan anak-anak. Namun kekurangan plastik ini adalah berbasis minyak, tidak ramah lingkungan atau bahan natural seperti PLA (Polylactic Acid) itulah sebabnya ABS tidak populer. Juga ketika ABS dipanaskan akan menghasilkan uap yang cukup membuat iritasi.

  • Polyvinyl Alcohol Plastic(PVA)

PVA (Plastik Polivinil Alkohol) – Plastik PVA sebuah material plastik yang akan larut bila terkena air. PVA pada umumnya digunakan sebagai lem/pengental atau pembungkus, namun PVA plastik berbeda dengan PVA lem. Di dunia pencetakan 3D, PVA tidak digunakan untuk membuat produk hingga selesai namun untuk membantu bagian produk yang akan rusak pada saat proses cetak. Dalam proses cetak terdapat 2 atau lebih ekstrusi atau pembentukan, pencetak dapat menggunakan salah satu ekstrusi untuk membantu memperbaiki bagian struktur yang rusak pada produk dan ketika proses print sudah selesai diperbaiki akan secara bersamaan dituang ke bak air agar menjadi produk jadi.

Dan itu saja bahan plastik yang digunakan pada proses pencetakan 3D. Tidak hanya itu mungkin dalam memasuki era masa depan akan berkembang jenis plastik baru yang sering digunakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat